Showing posts with label jual motor. Show all posts
Showing posts with label jual motor. Show all posts

Monday, March 28, 2011

Inilah Legenda Motor 2 Tak Indonesia

Kawasaki AR125 pertama dipasarkan 1984. Kawasaki AR 125 muncul di saat Yamaha RX King, Honda GL Pro, Honda GL Max, dan Suzuki Katana menjadi idola di tanah air.




Dengan menggunakan mesin 2 tak 124 cc berpendingin air, bertransmisi 6 percepatan dan menggunakan teknologi rotary valve yang dikombinasi dengan harmonika seperti yang terdapat pada Yamaha RX King, alhasil karakter Kawasaki AR125 lembut di putaran bawah. Namun sebaliknya, ganas di putaran atas. Tak heran jika motor ini mampu mengeluarkan tenaga sebesar 22hp pada 9.500rpm, dan torsi maksimum 1,7kgm pada 8.000rpm. Sementara top speed sekitar 75 mph atau sekitar 120 kpj.

Kawasaki AR 125 dibekali tangki bensin berkapasitas 11,5lt, suspensi belakang monoshock unitrak dan depan teleskopik, lingkar roda depan 2.75-18″ dan belakang 3.00-18″ dengan ditopang pelek Enkei racing. Untuk rem depan menggunakan cakram single piston, dan rem belakang menggunakan tromol. Untuk urusan bodi, Kawasaki AR 125 sudah mengaplikasikan full fairing dan total berat keseluruhan motor ini adalah 107kg.

Di jamannya, motor ini menjadi motor paling canggih di Indonesia. Bagaimana tidak, teknologi motor ini baru bisa ditandingi oleh Honda NSR pada tahun 90-an. Artinya, Kawasaki telah menggunakan teknologi ini 6 tahun lebih awal dari pabrikan sekelas Honda. Pertama kali motor ini muncul pada tahun 1984 secara built up dari Jepang. Ketika iu orang Indonesia belum mengklasifikasikan motor sport atau cruiser, yang ada hanya motor laki dan motor bebek. Munculnya motor ini bisa dibilang adalah motor sport pertama sebagai pionir munculnya motor-motor sport selanjutnya di Indonesia.

Teknologi yang terlalu maju berimbas pada perawatan ekstra karena tidak semudah merawat motor-mootor lokal yang telah ada, semisal RX King, Honda GL dan GL Max. Akibat menyandang status built up, berdampak pada sulit dan mahalnya mendapatkan sukucadang membuat motor. Imbasnya, terjadi penurunan daya jual motor impor ini. Sehingga importir harus mengakhiri peredaran motor ini di Indonesia.

Temukan info lebih lengkap lagi seputar Jual motor Kawasaki AR125

Thursday, March 24, 2011

Mocin Murah Tak Lagi Menggoda

SEKITAR dua atau tiga tahun yang lalu, motor impor dari Cina menggegerkan pasar motor di Indonesia. "Serr dan menggoda siapa saja," ujar Gunadi Sindhuwinata, Wakil Presiden Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI). Harga jual motor murah yang ditawarkan motor Cina (mocin) adalah daya tarik utamanya. Bentuknya pun tak kalah dengan model motor yang sudah lebih dulu beredar di pasar. "Bentuknya kan cantik, tuh. Mirip-mirip Supra (yang harganya saat itu Rp 12 juta)," ujar Hidayat Jaelani,





Produsen motor di Cina memang memproduksi sepeda motor jenis bebek dengan model mirip Honda Astrea Supra, Grand, Impressa, atau juga Honda Futura. Karena pasar begitu antusias, importir berbondong-bondong memasukkan motor Cina dengan berbagai merek. Sebut misalnya Dast, Garuda, Jianshe, Jincheng, Sanex, Starway, atau Triumph. Eh, siapa sangka pasar yang laris manis itu menjadi tawar bersamaan dengan makin bergairahnya para importir mocin membanjiri pasar. Menurut Ridwan, kalau melihat data pendaftaran nomor baru di polisi, pasar mocin menurun dari 22 persen pada permulaan mocin menggebrak pasar menjadi tinggal 12 persen pada beberapa bulan terakhir

Kalaupun mocin telah berhasil menguasai 20 persen pangsa pasar motor, untuk mempertahankannya kini para importir mocin harus berupaya ekstrakeras. Sebab, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) banyak menerima pengaduan tentang kualitas sepeda motor dari Cina. "Ada yang rontok mesinnya, dan spare part-nya tidak ada. Munculnya keluhan-keluhan, diperkuat dengan iklan gencar para pesaing yang mempertegas keluhan semacam itu, mau tak mau akhirnya melahirkan citra mocin sebagai produk berkualitas payah

Jadi, jangan heran bila motor yang sekarang dijual dengan merek A, karena tidak laku, besoknya barang yang sama sudah berubah menjadi merek B. Tinggal konsumen yang harus jeli memilih

Temukan info lebih lengkap seputar jual motor

Wednesday, March 16, 2011

Minerva Siap Lakukan Trade In Megelli Series Untuk Pelangganya

PT Minerva Motor Indonesia (MMI) berjanji mencari solusi bagi pengguna sepeda motor sport Megelli 250 cc versi pertama agar memenuhi ekspektasi konsumen. Manajemen produsen Minerva R 150 VX dan Megelli 250 itu mengaku tetap memproduksi generasi pertama Megelli.



Mungkin saja trade in (tukar tambah), sedang kami godok opsi-opsinya, tutur Presiden Direktur PT MMI Kristianto Goenadi

Sebelumnya mencuat berbagai harapan dari konsumen generasi awal Megelli, menyusul niat PT MMI meluncurkan versi anyar motor berdesain Eropa tersebut. ”Seharusnya dari pihak MMI sudah ada warning ke konsumen bagi yang memang minat untuk varian yang lebih tinggi,” tulis Hengkysoh, seorang konsumen generasi awal.Selain opsi tukar tambah, jelas Kristianto, pihaknya juga memikirkan opsi lain sehingga di harapkan para konsumen tidak perlu jual motor hanya untuk mengganti dengan varian yang lebih baru. ”Semuanya belum final, dalam bulan ini akan kami putuskan,” ujar Kristianto.
Saat disinggung kemungkinan meningkatkan kemampuan mesin generasi pertama ke versi Megelli 250 RE dan 250 RV, kata Kristianto, biayanya terlalu mahal. ”Ganti mesin biayanya tinggi karena major part harus diganti, kemungkinan bisa mencapai sekitar Rp 7 juta,” tutur dia.Megelli generasi awal dibanderol sekitar Rp 28 juta, sedangkan generasi anyar maksimal Rp 34,9 juta.

Menurut Manajer Pemasaran PT MMI Eddy Susanto, pihaknya segera bertemu para konsumen untuk membicarakan harapan-harapan konsumen. PT MMI membanderol Megelli 250R seharga Rp 29,1 juta, lalu Megelli 250RE Rp 31,9 juta, Megelli 250RV Rp 34,9 juta, Megelli 250S Rp 26,1 juta, Megelli 250SE Rp 28,1 juta, Megelli 250M Rp 27,1 juta, dan Megelli 250ME Rp 29,1 juta. Harga tersebut untuk on the road di kawasan Jakarta dengan pilihan empat warna yakni kuning, merah, hitam, dan putih khusus tipe 250R series

Temukan info lebih banyak lagi seputar jual motor

Sunday, March 6, 2011

Sebelum Membeli Motor Liat Dulu Harga Jualnya


There’s a beginning there’s the end. (Ada permulaan berarti ada pengakhiran) Makanya ada beberapa motor yang walau motornya sendiri bagus saya nggak berani beli motor itu. Nanti kalau udah dibeli nggak bisa dijual lagi gimanaaaa??? Harga motor memang pasti turun, secara nominal harganya aja udah turun apalagi kalau dilihat nilai uangnya sendiri juga makin turun. Tapi tinggal turunnya seberapa?




Ada beberapa yang harga jual motornya kembalinya masih cukup bagus karena, para penjualnya kompak tahan harga! :) Pada nggak BU! Misalnya yang terjadi di motor-motor Piaggio. Seperti Piaggio X9 tahun 2002-2003, harga secondnya pun masih cukup bagus di 40 jtan, kenapa masih segitu saya juga bingung…  Orang yang mau dan berani sedikit, tapi supply barang secondnya juga sedikit kan? Jadi masih sebanding antara yang mau beli dan ketersediaan barang di pasar…
Tapi ada juga image motor-motor nyusahin, motor nya punya image buruk di publik. Bener atau nggak belum tentu, tapi tentunya motor-motor ini lebih sulit untuk punya harga okeh. Faktor lain yang bisa mempengaruhi adalah tentang ketersediaan parts, after sales.

Modif umumnya tidak dihargai
Banyak juga yang memodif motornya habis-habisan… Ya kisah temen saya aja, beli Kawasaki Ninja 250 di modif abis sampai bisa-bisa keluar seharga motor itu sendiri. Begitu di jual second, harganya sulit sekali untuk bisa paling tidak menyamai harga Ninja baru. Akhirnya terjual di 50-an. Kalau dihitung harga motor dan biaya modifnya harga jual turun… yah sekitar 40 jt an… nangis. Ini juga yang membuat saya nggak pernah mau modif motor abis-abisannnn… :P rugiiiii!

Memang bisa sih modifan itu di pretelin dan partsnya dijual ketengan, tapi nggak gampang! Beberapa modifan nggak bisa dibalikin ke standardnya. Modifannya nempelllll!!!Ya mau gimana lagi… secara umum harga motor memang pasti turun. Tinggal seberapa turunnya?


Thursday, February 24, 2011

Konsep Baru Menjual Motor Seken


Kualitas baru, tapi harga seken? Begitu rumus gerai jual motor bekas (motkas) Termos buat menjajakan barangnya.Di gerai ini, seluruh motkas yang di-display sudah melewati sejumlah proses hingga kualitasnya mendekati baru lagi. Seperti rekondisi unit sampai mengembalikan tampilan motor jadi k­inclong lagi.




Maka itu, Termos berani kasih jaminan motkasnya sampai enam bulan atau 6.000 km mana dulu yang tercapai. Cuma garansi bisa berlaku jika perawatan dilakukan di servis Termos atau pun bengkel resmi yang sudah ditunjuk.
”Kami ingin mengedepankan konsep one stop shopping, dimana semua kebutuhan customer tersedia dalam satu tempat,” jabar Carlos Sanusi, managing director PT Terminal Motor Seken.
Aneka merek motkas tersedia cukup lengkap di sini. Mulai dari Honda, Yamaha, Suzuki, Bajaj, sampai Kawasaki. Terlebih calon pembeli bisa langsung mengetahui banderol motkas sekaligus cicilan kreditnya di jok motor. Dengan begitu, memudahkan calon pembeli untuk membandingkan satu unit dengan yang lainnya.”Kami juga memberi garansi 100% uang kembali kalau ada masalah, tentunya sesuai de­ngan ketentuan,” terangnya. Berminat?
Tertarik berkunjung ke “Termos”?



Temukan lebih banyak lagi informasi seputar :