Showing posts with label yayasan kesehatan. Show all posts
Showing posts with label yayasan kesehatan. Show all posts

Sunday, March 27, 2011

Pengobatan Yang Terasa Di Mahalkan

ONGKOS berobat semakin mahal. Kenaikan harga obatobatan kimia saat ini menambah beban biaya hidup masyarakat terutama golongan ekonomi lemah. Sementara fasilitas asuransi kesehatan dari pemerintah pusat maupun daerah belum sepenuhnya menjamin dan menjangkau pelayanan kesehatan terhadap masyarakat.





Jangankan mendapat asuransi kesehatan, masih banyak dari masyarakat kita yang awam terhadap apa itu jamkesmas, jamkesda dan tetek bengek asuransi kesehatan lainnya. Minimnya sosialisasi mengenai jaminan asuransi kesehatan ke pelosok desa menjadi penyebab ketidaktahuan masyarakat. Ada pula masyarakat kita yang apatis dengan program pemerintah di bidang kesehatan itu, karena merasa pelayanannya ternyata tidak semanis seperti yang digembargemborkan.

Pemerintah juga mesti mengontrol harga obatobatan yang dijual dipasaran agar produsen, distributor maupun penjual tidak seenaknya menaikkan harga jual obat. Dan janji Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedianingsih yang akan mengontrol kenaikan harga obat jangan hanya pemanis dibibir saja. Mestinya pengawasan itu sudah dilakukan jauh hari sebelum produsen terlanjur menaikkan harga berbagai macam obat.
Hal lain yang tak kalah penting adalah bagaimana pemerintah berupaya mengubah paradigma selama ini bahwa rangkaian institusi kesehatan mulai dari yayasan kesehatan, pendidikan tenaga medis hingga bahan baku obath)tidak merupakan sesuatu yang sangat mahal. Karena jika ini masih berlaku, orientasi balas dendam tetap akan terjadi sehingga masyarakatlah yang harus menanggung biaya berobat yang amat mahal itu. Diakui atau tidak, yang terjadi sekarang seolaholah tak ada tugas sosial dibidang kesehatan. Sebaliknya profesi ini menjadi mesin uang. Realita ini tentu kontra produktif dengan kebiasaan masyarakat kita yang masih seperti dulu, lupa terhadap pribahasa "mencegah lebih baik ketimbang mengobati.

Temukan lebih banyak lagi info mengenai yayasan kesehatan

Sunday, March 13, 2011

Tips Cara Berobat Secara Efisien

Dalam keadaan sekarang ini hidup terasa semakin sulit. Segala hal menjadi mahal. Dulu, jika sakit, tinggal pergi ke dokter. Tapi sekarang ini banyak orang yang tidak bisa selalu menebus obatnya, jika pergi ke dokter.Sama seperti harga barang lain, harga obat pun ikut-ikutan terbang ke langit. Sementara upaya untuk mengobati diri sendiri pun bukan tanpa bahaya. Jika yang diobati sendiri bukan penyakit ringan, ongkos pengobatannya menjadi lebih besar.




Misalnya, jika harus dirawat di rumah sakit. Memang ada kondisi yang bisa diobati sendiri dengan obat warung. Tapi ada saatnya pula kapan harus ke dokter, serta bagaimana bersikap kritis dan rasional dalam penggunaan obat.

Berikut ini ada sepuluh panduan yang mungkin bisa dimanfaatkan agar lebih efisien dalam berobat.

1. Tidak semua keluhan sakit memerlukan obat.
2. Tidak semua obat menyembuhkan penyakit.
3. Tidak semua obat dalam resep harus diterima.
4. Mutu obat tidak ditentukan oleh harganya.
5. Kebanyakan obat bisa menimbulkan penyakit baru.
6. Pasien tetap punya hak bertanya.
7. Apotek tidak berhak menukar obat lain dari yang ditulis dokter.
8. Tidak semua obat harus dihabiskan.
9. Tidak setiap kali sakit perlu ke dokter kadan layanan yayasan kesehatan masyarakat pun bisa membantu
10. Banyak upaya untuk pencegahan bisa dilakukan.

Semua ancaman di sekitar kita tidak mungkin kita redam. Yang bisa dilakukan hanya membuat tubuh lebih kuat dengan menu bergizi, cukup beristirahat, dan olahraga untuk melawan semua ancaman itu. Jika tubuh terasa loyo, mungkin diperlukan vitamin C, E, dan mineral lebih banyak, selain buah dan sayur-sayuran.

Temukan lebih banyak informasi mengenai yayasan kesehatan